Ada yang mengusik dari pembicaraan dengan salah seorang teman kuliahku tadi. Sepulang dari pernikahan salah seorang teman, temanku ini bercerita tentang ke-egois-an teman-teman yang dalam hal ini meliputi akademisi dikampus. Bercerita dijalan sembari mengunjungi kondangan lainnya. Disitu temen saya menyatakan ketidak sukaan terhadap akademisi kampus. Menyatakan mereka tidak memiliki kapabilitas sebagai seorang akademisi. Pinter dalam hal teori, namun lemah dalam praktek.
Ini bisa saya maklumi, kenapa? Terus terang saya kecewa dengan para alumni kampus yang notabe-nya berasal dari Jurusan Teknik Informatika. Kalau melihat dalam kenyataannya, alumninya sekarang tidak banyak berkerja sebagai praktisi IT dan terkesan hanya sekedar mendapatkan predikat lulusan IT. Memang sangat jarang saya temui teman kampus yang berkerja professional di bidang IT. Hanya satu dua yang memang memanfaatkan ilmu yang didapat dalam pekerjaan mereka.
Terus terang, walau pun kampus saya adalah kampus IT. Namun mindset awal mahasiswa disana sudah dipenuhi untuk berkerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Apa yang mereka dapatkan ketika berkerja sebagai PNS? Saya yakin, kebanyakan dari mereka akan meninggalkan ilmu mereka di laci meja dan terus terlibat dalam birokrasi yang ada. Sangat disayangkan memang. Ilmu yang didapatkan dimasa kampus, jarang diterapkan dalam pekerjaan mereka.
Waktu itu ada salah satu teman saya yang dulu satu project dengan saya bercerita. Serba susah untuk membina alumni IT di kampus kita ini bang. Mahasiswanya banyak ga kreatif, lebih-lebih dosen yang mengajar banyak yang di ambil dari angkatan kita. Lihatlah dulu kita cari ilmu project by project. Mencari ilmu jungkir balik ngerjain project. Berkenalan dengan praktisi IT langsung, handling alat, learning by doing sehingga menjadikan kita termotivasi untuk maju. Coba lihat sekarang mahasiswa disana dicekokin teori ini itu. Dan herannya pada nurut semua dan mereka tidak tahu harus melihat dunia luarpekerjaan seperti apa. Lihatlah bang, si anu teman kita.. kerja diperusahaan multinasional. Ketika ada lowongan pekerjaan diperusahaannya, si anu ga ngasi ke alumni kita kan? Karena apa? Karena kebanyakan alumni kita tidak menguasai ilmunya. Dan kebanyakan dari mereka sangat tidak berkompeten terhadap pekerjaan IT yang ada. Terhenyuh saya waktu itu.. namun ada benarnya perkataannya.
Tulisan ini tidak mendeskrit kan siapa pun. Pastinya saya mendukung alumni saya dikampus untuk berkerja sebagai professional IT. Toh semakin banyak praktisi IT nya, semakin mendorong adik-adik kita disana untuk berkerja secara professional. Semoga ilmu yang didapat juga dapat lebih bermanfaat dalam pekerjaannya.
Semangat!




