
Sudah beberapa hari ini dijagad maya dan juga berita di tv banyak sekali berita seliweran tentang keputusan Depkominfo yang akan memutus layanan internet pada device Blackberry. Threading topic yang terjadi di hampir semua situs berita ini terjadi dikarenakan Research In Motion (RIM) tidak kunjung memenuhi regulasi mengenai masalah komunikasi yang berlaku di tanah air. Diantaranya berkait dengan masalah filter untuk konten-konten porno yang berlaku di device Blackberry yang tak kunjung di blokir? Jika tak kunjung di blokir, akses internet pada handheld ini akan di blokir. Tapi sebatas pada akses internet, tidak untuk BBM, email, FB dan Twitter.
Ada hal menarik yang saya amati dari perbincangan di TvOne tadi pagi. Bahwa pemblokiran itu saya fikir perlu dan harus! Ya lihat saja kenyataannya.. banyak anak muda yang sudah memakai BB. Bahkan anak sekolahan pun punya! BB bukan barang mahal lagi, dan bukan barang exclusive lagi. Lagi pula ISP-ISP di Indonesia semuanya telah sepakat untuk memblok konten-konten porno, lalu mengapa RIM tidak? Jadi sebuah pertanyaan besar jikalau RIM diberikan kebebasan dan perlakuan khusus terkait permasalahan ini.
Selain itu regulasi juga menginginkan agar RIM memenuhi tuntutan pemerintah terkait permasalahan penempatan Blackberry Server di dalam wilayah Indonesia. Hal ini juga permasalahan riskan yang juga tidak kunjung di penuhi oleh RIM. Sepertinya, yang saya tangkap bahwa masyarakat Indonesia banyak yang tidak tahu jikalau akses internet, BBM, email dan lain-lainnya akan langsung di teruskan ke server BB yang ada di Kanada. Kita tidak tahu apakah informasi yang kita teruskan di ke server tersebut aman, walaupun RIM mengklaim koneksi yang di teruskan ke server di Kanada di enkripsi dengan baik. Whatever apa kata RIM.. saya tidak berniat percaya seratus persen dengan statement tersebut. Ada enkripsi, tentu ada decrypter. Walau hal ini membutuhkan resource yang sangat besar. Tapi dibalik itu semua, yang berminat pada data tersebut tentunya pihak-pihak merupakan pihak-pihak yang memiliki kapabilitas untuk meng-handle-nya. Yah.. boleh percaya boleh tidak, wong ini juga pernyataan saya sendiri koq!
Dan apa keuntungannya mengalokasikan server dari Kanada ke tanah air. Ada beberapa keuntungan yang saya tarik dari perbincangan di TvOne tadi pagi. Yaitu :
1. Pemerintah lebih merasakan keamanan data yang keluar masuk dari server, sehingga keamanan data dapat dijaga dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena traffic dapat di pantau langsung oleh pemerintah. Sehingga menghindari celah pencurian data oleh pihak asing.
2. Pemerintah dapat menekan biaya bulanan dari operator penyedia jasa internet untuk blackberry. Seperti diketahui jika data keluar masuk dari BB yang akan di teruskan langsung ke Kanada juga membutuhkan resource traffic yang sangat tinggi. Operator sebagai penyedia layanan internet bagi BB juga harus menyewa bandwith Fiber Optic yang melewati belahan dunia sampai ke Kanada. Otomatis anda sebagai pengguna BB tentunya akan dikenakan biaya tambahan untuk akses kesana. Kalau tidak salah, tadi diutarakan juga sebesar US $ 4. Dan total biaya yang sampai ke pengguna dibebankan US $ 10. Artinya jika biaya bulanan yang anda keluarkan sekarang seratus ribu rupiah untuk paket BB, jika RIM sudah membangun server-nya di tanah air. Artinya anda cuma dikenai biaya enam puluh ribu rupiah. Cukup hemat bukan..
3. Server RIM di Indonesia? Artinya RIM juga harus cari orang Indonesia yang ngurusi kantornya di Indonesia. Buka kantor lagi, nyerap tenaga kerja lagi. Kali aja RIM ngajak saya buat gabung. Hihihiihi..
4. RIM harus bayar pajak ke pemerintah Indonesia. Enak aja.. kita pakai layanannya dan server di Kanada, tapi malah engga kena pajak. RIM pinter, pastinya..! dengan server-nya yang berada di Kanada, RIM tidak di kenai pajak operator apapun ditanah air. Artinya, RIM seperti yang kita lihat bukan merupakan penyedia layanan internet, tapi malah sebagai penjual handheld. Dan tentunya margin RIM sebagai penyedia layanan Internet sangat besar sekali karena tidak dikenai biaya penyelenggaraan Internet di tanah air.
Tapi, sepengamatan saya RIM cukup bandel dan ndablek dengan masalah ginian. Tapi saya yakin! RIM akan memenuhi regulasi yang ada. Alasannya kenapa? Simple aja! RIM boleh sombong dengan pangsa pasarnya di seluruh dunia, dan Indonesia adalah pangsa pasar yang kecil jika dikalkulasi dengan seluruh pangsa pasar RIM di dunia. Namun, handheld-handheld lain sudah mulai membesar dan menampakan taringnya. Tergerus.. boleh jadi! Pangsa pasar RIM dapat jeblok dengan bertebarnya handheld kelas atas seperti iPhone dan Android phone semisal Samsung Galaxy Series yang tidak membutuhkan server khusus. Belum lagi RIM belum memiliki margin (*baca: belum menelurkan playbook) di ranah tablet yang terus berkembang dan menggrogoti pasar komputer dan notebook. Dan saya rasa RIM akan berfikir dua kali untuk membuang pasar potensial di Indonesia.
**penulis cuma hobi nulis dan ngamati aja. pengamat handheld tapi ga punya handheld lain apalagi BB. cuma punya handphone yang bisa untuk telphone dan sms doang.